PART 1 Lubang Hitam
Laki-laki yang lugu, berkacamata dan suka bersiul. hidup tanpa sandiwara, seadanya dalam sebuah kamar kos yang berantakan.
Pagi itu dia mencari-cari kacamata yang entah dimana diletakkannya. wajahnya kebingungan kesana kemari, mengacak-acak tempat tidur, rak buku hingga lamari pakaiannya. Mondar mandir ke segala penjuru kamar sampai tiba-tiba seorang wanita membuka pintu kamar dengan perlahan,
"cari ini ?".
Pria itu menoleh. Diam tak percaya, Wanita itu mendekat, memberikan kacamata. Jari manisnya menyentuh pipi kanan pria tersebut.
"Kamu masih ingat ya Dim?, mata keduanya bertemu, keduanya diam dan hening sampai detik memisahkan.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Cinta itu merupakan sebuah ungkapan. diungkapkan dengan bahasa yang indah mengalun merdu seperti sebuah lagu. Perlahan-lahan cinta menjelma menjadi sebuah rasa. Indah jika dirasa indah namun sakit jika terasa sakit. Cinta dapat digunakan untuk melupakan dan dilupakan. semuanya hanyalah perumpamaan dari satu kata ungkapan yaitu "CINTA".
Mungkin ada yang mengerti atau memahami, bagi sebagian orang yang belum pernah merasakan cinta, cinta bagaikan JARI-JARI MANIS.
Alya, rambut panjangnya terurai membuang waktu di atas kasur. dia terus memandang ke arah jendela berharap ada seekor burung mengantarkan surat untuknya. Sejak pertemuan kemarin Alya enggan keluar rumah. hidung kecilnya terus menempel di atas bantal menutupi wajah manisnya yang dibanjiri air mata.
Sedih dan bahagia dengan air mata. . . . . .
Mengganti tawa dengan air mata. . . . .
Cinta dengan Jari Manis..
To Be Continued.... PART II ...............................................................
Stay On This Blog..



















