Pada aroma kopi ini dia adalah manis yang merembah pori-pori lidah
Wangi tubuhmu, adalah sesuatu yang membakar pikiran itu lagi.Pada kopi, dia seperti pahit yang berkobar di sela-sela gigi
Dan rasa bibirmu, juga sesuatu yang bersenggama di ujung pikiranku.
Lalu pada kopi, dia bersetubuh dengan tenggorokan, hangat yang menyebabkan luka yang aku aduk bersama kata-kata
Surabaya
Akhir bulan desember



















