(1). Aku tetap tak bisa menyentuhmu pagi ini, namun puisi ini, adalah lima jemari yang menahan, lepasnya air mata.
(2). jatuh cintalah pelan-pelan, seperti puisi yang aku tulis dengan penuh kesabaran
(3). Seluruh jalan diciptakan Tuhan, bahkan ke ataspun diciptakan lintasan -- kita, adalah makhluk lepas, yang seharusnya bebas.
(4). Dua cara terbaik untuk patah hati, adalah menulis puisi, lalu mati sebagai puisi.
(5). Daun berbeda dapat melepas udara yang sama sejuknya, cinta sebenarnya indah tanpa kau harus memilahnya.
(6). Bagiku, petualangan yang paling indah adalah jatuh cinta-- namun, perjalanan paling sulit adalah ketika melepas air mata diantara jemarimu.
(7). Menjatuhkan air mata bersamaan dengan darah, bukanlah cara patah hati. Sentuh aku, akan ku kembalikan semua yang jatuh pada tempatnya.
(8). Tak perlu kau ukur dalamnya samudra, cukup kau langkahkan sebelah kaki di sungai ini, rasakan betapa kerasnya batu yang menjaga air mata.
(9). Beberapa tempat memang menyisakan kenangan. Dan memang hanya hujan, yang mampu menenggelamkan semuanya.
(10). Kau tak akan pernah menemukan matahari di dalam jiwaku -- kau mungkin hanya menemukan kehangatan yang sederhana, di setiap tiap sentuhannya.
(11). Apakah berlian membuatmu bahagia, jujur saja, kau lebih cantik membawa bunga mawar meskipun baru setengah mekar
Koleksi Perasaan
25 Januari 2013
Alpha H.A



















