Ada selembar jiwa yang sedang menunggu jatuhnya
Di bawah pohon itu aku siap untuk menangkap kematianmu
Cinta...
Katamu langit itu biru
Dan puisi-puisinya juga merdu
Namun kehilangan atau kematian yang entah kapan
...Suatu saat akan membawamu ke sudut langit yang sangat merah
Tak seperti darah, juga api,
Namun ada seperti sajak yang sentimen ini



















