@penagenic & Alpha H. A
~~~~ ~~~~ ~~~~ ~~~~
Surabaya 2012
Sepertiga petang menunduk. Kita berbagi sepiring senja yang sejak pukul 5 sore ini sudah dihidangkan langit barat, tanpa kita pesan. Lagi-lagi, temaram menjadi awal kecurigaan dari gejala musim yang ditakutkan langit. Berapa banyak lagi sajak yang harus kutulis di linimasaku sore ini? Untuk menghargaimu, atau untuk melibatkan diri masuk dalam putaran indah yang dibuat oleh waktu. Tangan kita saling menggenggam, memang. Duduk berhadapan, mendatangkan tafsir yang tak janggal untuk beberapa pasang mata yang memandang. Kita adalah sepasang kekasih yang tak membutuhkan apa-apa, saat itu.
Saat itu, di depan kita, seorang pengemis tiba dengan mata penuh ketakutan, tangannya kosong, entahlah barangkali perutnya lebih kosong dari isi kantongnya. Kemudian kau memberinya uang sepuluh ribu perak, "kenapa, apakah itu tak terlalu banyak?" aku bertanya.
"Berapapun yang kita beri, tak akan mengurangi ketakutan pengemis itu" kau menatapku penuh penjelasan.
"Besok ketakutan akan tiba lagi kepadanya, sebab entah, apakah besok pengemis itu bisa menemukan kita lagi"
Aku terpaku mendengar itu, dan sepiring senja yang sedang kita nikmati telah kita habiskan, lebih dari separoh.
"Apakah kau paham maksudku?". Aku belum menganggukkan kepala.
~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
Sepiring senja telah habis, namun hanya aku yang melahapnya,
Kau telah siap beranjak, terlihat jelas gaun garis-garis hijau pastel milikmu, aku menyimpanmu di pikiranku. Agar mudah aku melihat warna yang kerap memerahkan pipimu, ketika di depanku. Akan kutanyakan lagi pada Tuhan, apakah warna itu juga yang Dia gunakan memperindah pelangi?
Jika memang begitu, pantas saja jika beberapa rintik hujan yang jatuh selalu berharap untuk kau tangkap. Aku mengagumi keanggunan caramu memperindah bumi.
~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
Kau berjalan semakin jauh, setelah beberapa saat yang lalu kau melambaikan tangan dan meninggalkan sebuah pertanyaan, ketakutanku, di dalam pengemis itu.
"Apakah besok aku akan menemukanmu lagi" aku bermunajat dalam takut
"Apakah sore ini kau hanya memberiku kebahagiaan yang sebentar, seperti yang kau berikan kepada pengemis itu". Aku kembali bermunajat dalam gelap
Aku tak pernah tahu.
Barangkali tuhan lebih tahu, jika engkau aku miliki, tentunya tak akan ada hal yang bisa kupertanyakan lagi.
~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~
2013
@penagenic & Alpha H. A



















