Aku adalah laki-laki yang dulu Ayah timang,
laki-laki cengeng yang membasahi tubuh Ayah dengan air seni
laki-laki manja yang tak pernah bisa Ayah marahi.
...
Lalu Ayah ceritakan kepadaku
tentang masa yang belum aku lihat
ombak pesisir Pariaman
dan pantai pasir yang penuh kedamaian
Aku berada di sana,
Namun masih dalam bentuk perasaan.
...
Cinta: kata Ayah nyata
tapi jauh lebih kecil dari butir pasir
sebab itu cinta ada di dadamu
bukan di tangan yang bisa melepaskan rasa.
Hidup; kata Ayah indah
tapi jauh lebih biru dari warna laut
sebab itu berlayarlah
kamu belum tahu seluas apa sebenarnya rahasia.
....
Ketika cerita selesai
kita tertawa
asap rokok masih mengepul
kopi tinggal separuh
tapi nasehat Ayah
akan abadi dari apa yang terjadi di saat itu.
....
Ayah..
anak laki-laki yang cengeng dan manja itu tengah berjanji akan meneteskan air mata Ayah yang bahagia.
Pekanbaru 2013
Di tengah kabut asap.



















