Mengingat lagi buku-buku yang aku suka, film-film yang pernah menyentuh, juga lagu-lagu yang pernah diputar ketika aku baru terjaga dan menutup mata.
Tapi mengingat itu hal yang pedih. Setelah mengingat-ingat sebuah hal biasanya badanku menjadi lemas, lalu seharian bahkan bisa berhari-hari menyerahkan diri di atas kasur, tanpa bisa tertidur.
Sepedih itu mengingat dan itu ternyata harus dilakukan, sebab menulis juga adalah bentuk melawan diri sendiri. Berfikir lebih panjang, mengingat lebih jauh, dan merasa kepedihan yang sangat dalam.
Aku sedang mengingat-ingat, mencari-cari, pernahkah dulu, di depan mataku terjadi peristiwa yang bahagia?
2015



















