Sabtu, 25 April 2009

Menunggu Tika atau Mengejar Annisa part 1


Menunggu Tika atau Mengejar Annisa, part 1

Kata-kata itu yang terlintas di pikiran Ali, seorang laki-laki yang telah memasuki usia yang sangat tanggung, tidak muda dan tidak pula tua. usia Ali saat ini telah memasuki 25 tahun. Ali berbeda dengan laki-laki seumurannya, pada umumnya lelaki seumurannya sudah bergelar sarjana, master dan bahkan sudah ada yang bergelar doctor. Hal ini bukan menjelaskan bahwa Ali itu goblok atau semacamnya. Setelah tamat sekolah menengah atas, Ali berhasil lulus di jurusan kedokteran universitas andalas Padang Sumatera Barat. Yang membuat Ali tidak tamat dalam menjalani akademisnya karena dia di DO dari kampus tempat dia kuliah. berbeda dengan anak-anak kedokteran lainnya, Ali lebih senang bersosialisasi dan berpolitik di kampus daripada membolak-balik buku tentang fisiologi manusia atau mendengar dosen berceramah tentang terapi radioogi kanker.

Awal mula Ali di DO dari kampus karena Ali menentang kebijakan birokrasi mengenai pengusiran pedagang-pedagang yang berjualan di dalam maupun di sekitar Universitas andalas. masalah ini sangat panjang, Ali mengumpulkan masa dari berbagai jurusan untuk mendukung gerakannya dalam penentangan kebijakan birokrasi, yang terjadi malah bukan kebaikan atau pemecahan masalah yang baik tapi yang terjadi adalah dikeluarkannya Ali dari kampus, dikeluarkannya Ali dari kampus membuat teman-teman gerakan mahasiswa UNAND merasa kehilangan teman yang sangat berharga yang berani dalam memimpin. Sebenarnya bukan hanya itu masalah yang dialami oleh Ali, Ali juga sering keluar masuk kantor polisi karena kadang aksi yang dipimpin oleh Ali dianggap meresahkan masyarakat padahal biang keroknya bukan ali tapi Ali harus bertanggung jawab sebagai pimpinan.

Setahun setelah keluar dari Fakultas Kedokteran, Ali membantu usaha ayahnya sebagai wiraswasta yang bergerak dalam pemasaran barang dan jasa kesehatan, dengan hanya berbekalkan pengalaman sosialnya Ali berhasil menguasai jalur pemasaran barang barang didaerah Sumbar-Riau. Ali sukses dalam menjalani pekerjaannya dan sampai sekarang dia terus mengembangkan pemasarannya di kota-kota Indonesia. Ali berhasil mengembangkan usahanya salah satunya berkat teman, Ali memiliki banyak teman di berbagai daerah-daerah di Indonesia maka itulah Ali punya keberanian dalam berinfestasi. Saat ini pun dia termasuk salah satu orang yang disegani di Indonesia dalam hal bisnis.

Kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih Ali tidak sebanding dengan apa yang dialaminya, selain dia tidak sukses di akademis dia juga tidak sukses di dalam bidang cinta dan asmara. Padahal sudah cukup waktunya bagi Ali. Sejak SMA Ali banyak menyukai beberapa wanita, dan bahkan salah satu wanita yang disukainya menjadi pacarnya kurang lebih dua setengah tahun, namanya Tika. Seorang wanita mungil dan manja, dia bagaikan bidadari yang akan kembAli ke langit tapi Ali berhasil mencuri selendangnya, begitu Ali memujinya. Dari banyak wanita yang dikenal Ali, hanya tika lah yang membuat Ali merasa beda, membuat Ali banyak berinspirasi dalam berkarya, dan berinspirasi dalam hidup. Tika seorang wanita yang tegar dan tangguh yang mengerti Ali dalam keadaan apapun walaupaun Ali sering berbohong kepadanya. Sebenarnya Ali tak mau melepasnya tapi takdir berkata lain, Ali akhirnya ikhlas dan tabah atas apa yang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa, Ali sangat kehilangan saat wanita yang disayanginya menghilang dari hatinya, Ali sangat menyesal sering menyakiti hati sang bidaadari tersebut.

Tika juga membuat Ali berhasil melupakan seorang wanita yang sebelumnya menolak cintanya, namanya Annisa. Wanita yang membuat Ali penasaran, yang membuat Ali merasa ingin tahu lebih banyak. Annisa seorang wanita indocina yang sangat cool dimata pria telah lama dilupakan Ali tapi karena rasa penasaran Ali akan dirinya Ali akan mengejarnya suatu saat nanti.
Cukup...cukup, itu yang ada didalam perasaan Ali,sejak ditolak oleh annisa dan semenjak putus hubungannya dengan tika, Ali tidak lagi mau dekat dengan wanita lain, Ali tidak mau lagi merasakaan perih dan rapuh dalam hidup. Setiap hari Ali bagai ditimpa beban yang berat, beban cinta yang sangat menyakitkan.

Siang itu Ali terbangun dari tidurnya, ketika suara bundanya membangunkannya dari mimpi indahnya. “Ali..., ayo makan siang ditunggu ayah, ada yang mau dibicarakan”, Ali segera bersiap dan bergegas menuju meja makan, sudah sekitar 3 menit Ali dan ayahnya duduk di meja makan tapi tak ada satu kata pun yang terucap, suasana hening tiba-tiba pecah ketika ayah Ali berkata, “ Ali, kapan kawin???, kamu sudah besar, masa harus dicariin???”, singkat dan padat itulah yang dikatakan ayah Ali, Ali diam sejenak lalu berkata, “Yah,.. saya harus menunggu atau mengejar????”, ayah Ali mengangguk karena paham apa yang dibicarakan Ali, ayah Ali mengerti kisah-kisah cinta anaknya. Ali paham bahwa dia mengharap yang tidak pasti, mengharap suat hal yang tidak ada jaminannya.

Istri, suatu hal yang tidak mungkin dicapai jika Ali hanya berharap sejarah-sejarah cintanya menjadi pendampimg hidupnya. Pertama jika Ali mengharapkan tika, sampai sekarang tika pun masih melanjutkan studi S2 nya di Brisbane AustrAlia di bidang chemichal engineer. bukan itu saja, tika juga mempunyai pacar yang menunggunya di indonesia, sedangkan Ali siapa?? Pacar saja bukan tapi Ali cuma berharap rasa sayang yang masih ada dalam diri tika. Lalu yang kedua Annisa, inilah yang lebih mustahil karena Ali pun tahu bahwa annisa tidak mencintai Ali sedikitpun.

Malam yang indah di tepatnya di kota pekanbaru RIAU, sudah beberapa tahun Ali berada di provinsi tersebut karena omset perusahaannya sangat besar di provinsi tersebut, salah satu provinsi di pulau sumatera yang memiliki kandungan minyak bumi yang melimpah dan perkebunan kelapa sawit yang luasnya sekitar kurang lebih 10000 ha, malam itu seperti biasa Ali memetik gitarnya menyanyikan tembang-tembang cinta yang membuatnya selalu ingat akan cinta-cintanya, cintanya yang pupus, cintanya yang putus maupun cintanya yang lucu.
Malam itu Ali juga menerima sepucuk surat, surat yang berisi tentang kabar tentang tika,namun sayang surat tersebut bukan tika sendiri yang menulis, melainkan adik tika yang pada saat ini sedang meneruskan kuliahnya di jurusan kedokteran UNPAD. surat yang ditulis oleh adik tika tersebut memberitahukan bahwa tika akan pulang ke indonesia pada waktu dekat ini, mendengar kabar tersebut Ali tak ragu-ragu lagi dia langsung memesan tiket pesawat buat esok hari, padahal yang dia ketahui bahwa bukan besok tika pulang ke indonesia, tapi perasaan Ali lain seperti ada yang dekat dengan dirinya. Tujuan Ali ke pulau jawa juga bukan karena tika, dia juga akan mengejar annisa, yah untung-untung kalau annisa berubah pikiran karana sudah sepuluh tahun Ali mengejar annisa, bayangkan Ali yang dijuluki temen-temannya dengan panggilan laki-laki macho harus tunduk dalam hal wanita. Memang terbukti Ali tunduk oleh dua wanita ini dan mungkin kalau disuruh sujud pun Ali tak ambil pusing, entah setan cinta apa yang merasuki Ali padahal ada banyak wanita lain di dunia ini yang mungkin mau menerimanya.

Ali seorang pria yang berbadan tinggi dan macho, bertanggung jawab tapi harus kalah oleh wanita. wanita yang membuat dia lemah tak berdaya. malam itu ali bersujud memohon ampun ke Yang Maha kuasa
, ali berdoa ditemani air matanya, ali menangis tak henti-henti memuja tuhannya, beberapa kali ali juga memaki dirinya di hadapan Sang Pencipta, "kenapa hamba-MU ini sangat lemah ya Allah., ya Rahman., ya Rahim, " tangis ali tak dapat dibendung lagi dia terjebak perihnya cinta, dia terpukul kerasnya cinta, entahlah kalau dua orang wanita tersebut mencintai ali sama seperti dirinya
. dan akhirnya ali tertidur juga malam itu. ali tak lagi memikirkan uangnya yang melimpah ali hanya memikirkan bagaimana dia dicintai oleh cinta.

Cirebon 21.00, malam itu ibunda tika dan keluarga yang lainnya sedang mempersiapkan kedatangan anaknya dalam waktu dekat ini, pada malam itu satu keluarga sangat senang terlihat dari senyum mereka sekeluarga, sudah setahun tika meninggalkan indonesia menuju Brisbane- Australia untuk gelar masternya di bidang chemical enginer,
tapi dalam kerumunan keluarga sejahtera tersebut ada seorang pria yang bukan dari keluarga tika, dia adalah ronie, pria asal garut. ronie adalah pacarnya tika, dia juga menunggu kedatangan tika karena dia berencana melamar tika, ketika tika sampai di indonesia nantinya. entah seperti apa perasaan ali kalau mengerti masalah ini, yang ali tau bahwa ronie adalah pacar tika itu saja, dan satu lagi yang ali mengerti bahwa karena ronie lah tika meninggalkannya, seandainya ronie tidak hidup di dunia, tidak ada yang akan mengganggu hati tika. tapi ali memang orang yang mengalah, dia rela ketika tika direbut orang.

Apa yang terjadi esok hari entahlah, malam itu Ali, Keluarga besar tika dan ronnie bermimpi satu, bermimpi sama, bertemu Tika sang pujaan hati. beda dengan halnya annisa pada malam itu yang bermimpi ingin kembali ke masa SMA.



bersambung........................... (part 2)
 

Copyright © Alpha Hambally Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger