Puisi tentang aku dan Dia
Penghuni surau dalam hatiku
Ku berjalan mengikuti langkah serigala malam
saat kupandangi bintang yang bercahaya malam itu
Dan kubiarkan cahaya bulan merasuki alamku
Kuberhenti sejenak, kulepaskan lelahku bersama hilir angin
Kukecup secangkir kopi
Dan kucumbui sebatang rokok
Sakitnya batin ini
Mengenang dikau yang telah pergi
Kosongnya surau yang ada di dalam hati ini
Sebuah surau yang jauh di dalam hati tak ada lagi yang menghuninya
Tolong rasakan perihku
Dan rasakan hampanya surauku
Janjilah padaku kau akan kembali menghuni hati ini
Jika engkau mau
Aku akan berjanji
Aku tak akan menagih sepeser pun uang sewa surau ini
Jika kau kembali.........
Tapi kumohon dengan sangat
Kembalilah jika kau memang penghuni surau di dalam hati ini,
(Puisi Kupersembahkan untuk semua)
Puisi 2
Letih Mengejarmu
Aku bosan, tapi bahagia
Aku jenuh, namun bersuka ria
Aku mau kau yang persembahkan
Aku mau kau yang bersedia
Sekarang saatnya kita bertukar peran
Cobalah menjadi aku yang letih mengejarmu
Dan coba rasakan betapa panasnya api cinta
Api cinta membara yang membakarmu di setiap semangatmu
Aku mau kau terbakar sepertiku
Aku ingin kau hangus selayak aku
Kuakui aku telah letih
Mengejarmu kesana kemari
Kuakui hatiku telah kram
Mencarimu dimana bersembunyi
Sekarang waktunya kau rasakan
Akibat apa yang kau lakukan
Sekarang aku ingin kau masuk
Melihat apa yang ada dalam relungku
Dan semoga kau tahu bahwa aku telah letih mengejarmu
Selama mengejarmu aku bersumpah atas nama cinta
Akan selalu mendekapmu
Dan akhir pengejaranku aku kembali bersumpah
Untuk selalu membinasakan dirimu yang masih tersisa di hati ini
Aku memang pujangga yang dihina manusia
Aku memang pujangga yang dipuji orang-orang hina
Namun aku dapat menulis di atas pasir dan kurangkai dengan indah
lalu akan kutuliskan sepatah kata:
“Aku letih mengejarmu, walau kau berubah pikiran ”
(Puisi kupersembahkan untuk : Pemeran Annisa di CERPEN: menunggu Tika dan mengejar Annisa)



















