MIMPI (Part I)
Mimpi pun takkan pernah bercerita ketika kau melirihkan hatiku. semua kisah yang bercerita tentang mu, mimpi pun takkan pernah tau. Kau wanita yang akhirnya membuat mimpiku tak mampu bercerita sampai aku terbangun pun aku takkan pernah tau akan bercerita dari mana.
Muungkin aku akan memulai cerita saat kau meruntuhkan hatiku, "kau yang mana?" tanyaku sendiri
"kau yang kedua" batinku memulai.
"eh, tidak. baiklah, bagaimana kalau kau yang terakhir" pikirku membantah.
"baiklah, kalian ada banyak sayang" .
Akhirnya aku menyerah, dan mulai memahami bahwa kalian semua membuatku terdiam dalam gelisah. Mataku pahit ketika melihat lengkuk tubuhmu bersandar dalam hatinya. aku tak bisa bernafas seperti biasa, lalu ku mulai bernafas lewat hati ku sendiri.
Kalian sangat banyak dan menggerogoti hatiku satu persatu, tanpa sisa. hatiku tak bersisa dan mungkin perjalanan hidupku akan berjalan tanpa hati.
"lalu bagaimana kalau akan datang kau-kau yang lain?" gumamku.
aku menjentikan jariku di depan komputer dan kembali menulis "ya biarkan saja, kau-kau yang lain itu takkan dapat hatiku, karena kau-kau yang lainnya sudah membakarnya sampai hilang di bawah mimpi".
Jika akhirnya mimpiku tak mampu lagi tuk bercerita lebih aku takkan pernah tidur. biarkan kehidupan abadi yang akan menceritakannya padaku nanti. sebuah kehidupan yang tak ada mimpi di dalamya dan dia akan meceritakan sebuah kejujuran tentang perbedaan yang akhirnya bersatu.



















