1..//Ini adalah sajak tentang seorang gadis
aku menjumpainya saat sedang menyapu kenangan yang telah mengering di halaman rumah.
Gadis itu tak memanggilku
tapi dari bibirnya aku mengerti
nama gadis itu jauh lebih merdu,
bahkan melebihi siulanku ketika merayu.
Sejak hari itu
dia selalu lewat di depan rumah
menumbuhkan dedaunan baru
yang lebih hijau dari sajak-sajak masa lalu.
2..//
Beberapa hari kemudian, aku mendengar kabar gadis itu tak suka membaca,
sebab ternyata dia adalah buku, yang tersimpan di rak buku seseorang
sebenarnya aku ingin sekali meminjam, tanpa pernah ingin mengembalikannya.
3..//
Suatu malam, aku melihat gadis itu dibaca oleh seseorang,
sampulnya terlepas,
hingga ada beberapa halaman yang terpisah dari bagiannya.
kemudian gadis itu diletakkan dalam keadaan begitu saja.
karena ada beberapa bagian darinya yang hilang
gadis itu, meneteskan air mata, dari kata-kata yang tersisa pada halaman perasaannya.
4//
Esok harinya
aku tak pernah lagi melihat gadis itu lewat di depan rumah
hingga suatu ketika aku melihatnya terpajang di toko buku
dengan sampul juga kertas yang baru
beberapa orang terlihat berebut ingin membelinya
dan ada juga beberapa yang hanya ingin membacanya.
kemudian aku masuk ke dalam keramaian,
mengambil satu buku di antara banyak buku.
aku ingin tahu, sebenarnya siapa yang menulisnya,
tanpa pernah percaya, kutemukan namaku di bagian bawah buku itu.
----- gadis itu, tersenyum bahagia, di dalam pikiranku.....
Pekanbaru, 2013



















