pada bulan mei tahun dua ribu tiga belas
di palung hatimu
aku sebagai denyut saat degup jantung
terus membawa kehidupan
nafasku kosong
hirup udara saat kota-kota
terlanjur menumpang di perbatasan desa
meninggalkan kotoran maupun sampah
mengalir di sungai-sungai kesedihan
kau tak lagi disana
aku membawamu ke sebuah tempat
dimana sepi mengatakan ini
pada jejeran kursi tua di taman luka
(Banyumas, 2013)
#################
Taman luka?
akupun memiliknya...
Tak ada
sungai yang mengalir
namun ada
danau yang merahasiakan kesunyianku, begitu dalam
tak akan ada yang bisa menemukan
kecuali jika ada seseorang ingin tenggelam di sana.
Taman luka?
ternyata aku juga menanamnya..
ketika aku mendengar selembar daun yang menangis
aku menutup
telinga, namun masih mendengarnya
sampai aku sadar, daun itu tumbuh di dalam hati yang telah patah
~~~
~~~
Taman luka
kita berdua menyimpannya
tapi aku percaya setelah puisi ini ada
seluruh musuh akan kita lenyapkan
lalu kita biarkan mereka abadi
di taman luka yang telah kita ciptakan
(Pekanbaru, 2013)
Taman Luka --
@penyaircafe dan @alpha_aha
Mei 2013
untuk seluruh musuh yang kita biarkan hidup di taman luka milik kita.



















