Rabu, 01 Januari 2014

T e n t a n g k o p i h i t a m

Banyak yang ingin saya jelaskan ketika duduk sendirian di sebuah cafe, saya selalu bingung ketika ditanyai oleh seorang waiters,

"bang, mau pesen apa?".

Saya mulai mengabaikan daftar menu yang ibaratnya adalah tumpukan rasa penasaran, sama seperti perasaan saya kepada seorang perempuan yang terus terpendam.

"Bang, mau pesen apa?"
Sekali lagi waiters itu bertanya.

"Kopi hitam saja, mbak". Jawab saya.

Jika bisa dihitung, setiap saya duduk di cafe ini, saya hanya memesan kopi hitam, dan segelas waktu agar bisa merasa sendirian.

Bagi saya kopi hitam (entah itu robusta atau arabica) adalah sesuatu yang terus membuat saya duduk sangat lama dan terus merasa kehilangan sesuatu. Tapi saya suka. Sebab, semakin saya merasa kehilangan sesuatu, semakin saya menemukan sesuatu yang baru.

@@@

Saya mulai menulis, yang tak seorang pun di cafe ini yang tahu.
Tentang kopi hitam yang sebenarnya tidak pahit di dalam dada.
Tentang kopi hitam yang membuat saya terlihat seperti orang bodoh di antara tumpukan rasa ingin tahu.
Tentang kopi hitam, kopi sempurna di antara puluhan kopi lainnya.

Tiba-tiba saya berhenti menulis, ketika dua orang di belakang saya memesan kopi creame sambil tertawa.

Di dalam pikiran ini, mereka adalah dua orang pendusta, saya terus mengutuk mereka dalam hati. Bagaimana bisa mereka memesan kopi yang tidak sempurna sambil tertawa.
Mereka seperti pembunuh yang sedang bersaksi di depan hakim, tapi mereka malah balik menuduhku membunuh.
Mereka seperti seorang perempuan (yang pernah mengisi hidupku), pergi bersama laki-laki yang tidak sempurna.

"Kopi yang sempurna tetaplah kopi hitam, kau boleh tertawa ketika memesannya.
Dan akulah kopi hitam, kau boleh bahagia ketika menemaninya".

Harusnya kau dan semua orang berfikiran seperti tulisan di atas, biarlah yang pahit itu kopi hitam, biarlah yang tak mau kau telan itu adalah kenyataan.

Tapi pada kenyataannya (dunia yang tak pernah saya huni), kau dan semua orang berfikiran berbeda.
Sudah lebih lima jam saya duduk di cafe ini, namun tidak ada seorang pun yang saya lihat memesan kopi hitam. Mungkin tidak ada yang salah, sebab saya tidak akan bisa menjadi kau, dan kau juga tidak akan bisa menjadi mereka. Dan jawaban dari semua itu pun tidak akan muat jika ditulis di meja.

Kopi hitam, setetes saja bisa membuat saya berada sangat jauh dari cafe ini.
melupakan semua orang dan semua tulisan yang selalu gagal.

Dan kopi hitam adalah dunia yang berdiri sendiri, dunia tanpa orang-orang, tanpa tulisan. Di sana saya sendirian tidak memikirkan apa-apa.

Tentang kopi hitam, ini dunia saya, kau boleh pergi, orang-orang bisa berbohong, dan saya akan tetap jujur memegang perasaan ini.

Ketika kopi hitam ini nanti habis. Kau, orang-orang di cafe dan orang-orang di luar sana tidak akan pernah tahu, tidak akan pernah sadar sedang menyakiti perasaan saya.

Alpha hambally armen
Pekanbaru
2014

 

Copyright © Alpha Hambally Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger