Sabtu, 19 Juli 2014

Surat #3

Hai abang. Ada beberapa kabar buruk ketika abang tidak lagi di Pekanbaru. Kopi ciek sudah tidak ada lagi, dan yang kedua saya kehilangan teman minum kopi di setiap malam minggu. Bagaimana kabar pulau di seberang sana, pasti ombaknya sangat indah, lalu tempatnya selalu ditaburi bau pantai yang harum. Saya tidak bisa membayangkan, yang pasti jauh lebih mendebarkan daripada jalan Tuanku Tambusai yang setiap hari macet karena waktu yang cepat.

Tidak banyak yang bisa saya tulis buat abang, saya betul-betul kangen semua macam joke yang suka abang katakan.  Abang adalah teman yang baik, saya selalu senang mengobrol banyak hal meskipun saya lebih sering diam. Iya, saya memang orang yang seperti itu, pendiam dan murung. Saya cuman selalu berusaha menjadi orang yang rendah diri saja, maka itu saya sering diam, tapi setiap abang membuat joke, saya selalu tertawa terbahak-bahak, bukan? J

Saya selalu mendoakan abang baik-baik di sana, sukses karir kerjanya, kerja yang giat, lalu menikahlah jika semua sudah siap. Saya selalu mendoakan, bahkan saya sedang menabung, misal abang menikah di pulau seberang, saya pasti akan datang.

Tidak ada maksud apa-apa saya menulis ini. Saya cuma kangen kepada kawan-kawan yang pernah di dekat saya. Terima kasih abang. Mohon maaf lahir batin, sukses selalu.

Kawanmu di Pekanbaru : aha
 

Copyright © Alpha Hambally Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger