Sabtu, 19 Juli 2014

Surat #2


Halo cuk. Sudah satu tahun lewat tiga bulan kita tidak bertemu. Dari berita di koran dan di televisi, saya mendengar kabar bahwa dolly sudah ditutup. Semoga kamu baik-baik saja karena keadaan tersebut. Hehe.

Kabar saya sedang sangat buruk. Banyak hal terjadi di luar dugaan saya, barangkali juga di luar dugaanmu. Misalnya, saya yang wisuda lebih dulu atau keadaan kita berdua yang masih nganggur. Tapi lucu ya, hidup ini berputar dan berubah sangat cepat. Baru rasanya kemarin kita kenal, kuliah, praktikum lalu hujan-hujanan di perum Baskara. “Waduh asu, itu jangan diingat.” Kita berteman baik, saya bisa jamin, karena kita tidak pernah jatuh cinta pada perempuan yang sama. Itu sebuah tanda kita adalah sahabat yang sangat baik.

“Wah pokoknya asu-lah. Aku ndak ngerti.” Pokoknya bagaimana pun kamu harus selalu baik. Cepatlah kamu dapat kerja, menikah, lalu hiduplah normal seperti manusia Indonesia lainnya. Saya selalu mendoakanmu setiap malam, cuk. Seperti yang tidak pernah kamu ketahui bahwa doa saya adalah sesuatu yang berbahaya.  

Okelah, saya menulis surat ini karena saya tidak bisa banyak bicara ketika kangen Surabaya dan kamu dan semua orang di sana. Nanti akhir tahun kita ngopi-lah (barangkali hari itu saya lagi banyak rejeki, dan Surabaya selalu indah pada bulan Desember) di Keputih, banyak yang ingin saya temui di sana.

Cuk. Kalau ketemu mas akbar, saya titip salam. Kasih tahu masnya, saya juga selalu mendoakan dia. Buat kamu dan mas akbar kurangilah rokok dan kopi, hiduplah baik-baik, jangan terlalu banyak bicara dan selalu rendah diri. Itu kunci sekaligus pintu dari sejuta rasa kegembiraan.

kawan baikmu yang jauh : aha 
 

Copyright © Alpha Hambally Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger