Halo mas. Ini surat hanya bercandaan, tapi
sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan. Misalnya, kabar buruk saya
akhir-akhir ini. Saya semakin sulit tidur, lalu batuk-batuk setiap pagi. Entah
karena terlalu banyak merokok dan minum kopi, atau karena terlalu banyak
menjalani hidup ini sendiri. Tapi itu tidak begitu penting.
Kita sebelumnya tak pernah bertemu, kan? Lalu kenapa
saya harus membuat tulisan ini. Saya tidak tahu. Karena tangan saya bergerak
sendiri. Saya selalu suka cara mas memandang sesuatu dari hidup ini, dari
masalah cinta sampai politik. Barangkali saya terlalu bodoh jika menilai seseorang
dari cara seseorang itu membuat twit,
tapi tidak bisa dielak, pandangan berfikirnya manusia tidak jauh dari buku-buku
yang dia baca. Saya selalu ingin tahu, buku-buku apa saja yang baik. Karena
membaca tetap lebih penting daripada menulis. Bahkan barangkali membaca jauh
lebih penting ketimbang jatuh cinta. Maka itu saya sering meminta referensi
bacaan-bacaan yang baik dan waw.
Ah, iya. Saya sudah membaca novel Orang Asing karya
Albert Camus (yang pastinya mas sudah pernah baca), itu bacaan yang baik dan waw.
Kasihan tuan Meursault si protagonis, padahal dia tidak sengaja mengayunkan
peluru ke bajingan Aljazair itu. Tapi saya lebih iba kepada Marie. Ya Marie.
Saya selalu membayangkan suatu hari bisa memiliki pendamping hidup seperti
Marie. Ya, kurang lebih begitu. Baik, setia dan berbahaya ketika sedang berada
berdua.
Saya selalu mendoakan kesehatan untuk mas. Semoga
mas di pulau Jawa baik-baik saja, dan lekaslah meniqa mz, karena kelihatannya umur mas sudah jauh dari waktunya.
Hehe bercanda. Ah iya, Kalau ketemu mas ucup lagi di Bogor, saya titip salam.
Suatu hari pasti kita bakal ngopi bertiga. Ya bertiga saja. Bertiga. Tapi waktu
dan tempat lebih baik diserahkan kepada yang kuasa. J
kawan maya-mu : aha



















