Sajak-sajak Alpha Hambally : Riau Pos 09 Maret 2014
1. Penagih Janji
saat malam tampak menajam lebih hitam
ada wajah muram memandang bulan
tak semasam biasanya
demi hidup dan matiku
pikiran yang semakin gelisah
sedang berusaha lari
dari penagih janji
hutangku
kepada waktu!
2014
2. Anak Kecil Bermain Sepak Bola
di lumpur pun mereka bisa
memukau mata penonton
tapi, tak tercapai mimpi-mimpi
apabila keras tendangan itu kendor
dan ditepis dengan mudah
oleh anggaran kantor
saku seseorang yang kotor
2014
3. Klise-klise Sore
/1/
perihal kegilaan kepadamu
aku merasakan setiap helai kalender membuka hari minggu
meretas senja yang tumbuh dari batang inggu
menabur bau ragu di udara
setiap sore, dari mataku
meneteslah hal-hal ambigu
ialah waktu
yang tercungap-cungap
sebelum akhirnya mencekik
leherku
/2/
kau adalah orang yang membuatku menghabiskan masa muda
memelihara seekor burung dan
membuatku ikut terkurung
lalu memberi burung itu makan
dengan roti basi
yang lebih mirip usiaku sendiri
kau membuat aku menirukan
bunyi arloji
yang sampai hari ini tak
mampu berhenti
barangkali sampai renta
aku akan tetap merasakan
getar pada jendela
saat disentuh oleh sebuah
suara
yang kita dengar terakhir kali
di luar sana
/3/
dari sana aku belajar menutup
diri
seperti membuka tirai jendela
mengoleskan selai pada roti
basi
agar tak ada lagi sore-sore
yang terjebak
manakala tanganku masih
dingin menulis puisi
/4/
karena engkau!
aku masih percaya pada gerak
bunga matahari di sore hari
dan terus berpaling ke hala
yang belum pasti
beberapa jam setelah hidupmu
hangat dalam sajak
beberapa jam sebelum
matahari tak jadi terbenam
2014
4. In the Meantime
“lelaki yang mencintaimu adalah penyair!”
sementara itu,
air masih mencari ke mana tujuannya
sementara kau menghafal
sebuah jalan agar bisa pulang
lelaki itu tak pernah setuju
pernikahan harta yang membuatmu gemuk
sebesar hatinya yang remuk
sementara itu,
cinta menyusun sesuatu yang baru
dari debu buku-buku
juga jarak dari toko buku
menuju rumahmu
dan lelaki itu sengaja
menyelipkan diri
di setiap frasa kata-kata
banyak orang bijak dalam
cinta, o
apa-amamu juga
tapi jauh dari semua ini,
warna darah tak akan berubah
walaupun kulit dilukai dengan
hal yang berbeda
siapa yang lupa
bahwa Wiji
juga
penyair cinta.
2014
5. Bermain Ular Tangga
Kepada: Tika Wulandari
tak usah kaupedulikan apa kata dadu, hai kekasihku
nanti di rumah tangga
kurang lebih seperti itu
banyak hal yang akan terjadi di
luar perasaan kita
2014



















